WAYANG KULIT GLOW IN THE DARK

Taufiq Akbar

Abstract


Wayang sebagai produk perkembangan seni rupa Indonesia pada zaman Hindu, merupakan proses pengembangan nilai-nilai tradisi pada masa sebelumnya. Nilai-nilai keindahan wayang bukan semata-mata karena aspek seni rupa yang telah melalui evolusi yang sangat panjang hingga perupaannya nampak sempurna hingga disebut sebagai karya seni yang adiluhung, karena adanya sisi spiritual yang melingkupi dan menghasilkan seni perlambangan sesuai dengan tuntutan budaya saat itu yang dikaitkan dengan peradaban agama yang melatar belakangi. Berdasar kepada ketertarikan inilah maka penulis menempatkan objek wayang kulit sebagai dasar inspirasi dalam membuat wayang kulit Glow In The Dark.




Keywords


wayang; seni; kreasi

Full Text:

PDF

References


Al Rise dan Jack Trout. Positioning : The Battle for Your Mind. Jakarta : PT. Salemba Emban Patria, 2002.

Bakhtiar. Filsafat Ilmu. Jakarta : Rajawali Press, 2009.

Barker, Chris. Cultural Studies Teori dan Praktik. Bantul : Kreasi Wacana, 2011.

Bosley Woolf, Henry. Webster’s New Collegiate Dictionary. G&C Merriam Co, 1973.

Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif. Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2008.

Endraswara, Suwardi. Metode, Teori, dan Teknik Penelitian Kebudayaan : Ideologi, Epistemologi, dan Aplikasi. Yogyakarta : Pustaka Widyatama, 2006.

Gaut, Willy. Filsafat Postmodernisme Jean-Francois Lyotard. NTT : LEDALERO, 2011.

G.A.J Hazeu. Bijdrage tot de kennis van het javaansche tooneel. E.J Brill, 1904.

Guruvalah. Kebudayaan dan Seni. Samarinda : Dinas Pendidikan Samarinda, 2008.

Haryono, Timbul. Seni dalam Dimensi Ruang dan Waktu. Jakarta : Wedatama Widya Sastra.

Keighery, Victoria. Panduan Pengembangan Budaya Masyarakat. Yogyakarta : Yayasan Bagong Kussudiardja dan CCDNSW Asialink, 2009.

Ki Marwoto Panenggak Widodo. Tuntunan Keterampilan Tatah Sungging Wayang Kulit. Surabaya : CV. Citra Jaya, 1984.

Koentjaraningrat. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta : Djambatan, 2002.

Mulyana, Dedy. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2006.

Mulyono, Sri. Wayang Asal-Usul, Filsafat dan Masa Depannya. Jakarta : Gunung Agung, 1982.

Mulyono, Sri. Komunikasi Antar Budaya : Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Pendapat. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2006.

Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln. Handbook of Qualitaive Research. Pustaka Pelajar, 2009.

PDWI. Sejarah Wayang “Ringkasan Naskah “Bau Warna Wayang” karya R.M. Sajid. Jakarta : PDWI, 1981.

Rizkawati. Efektifitas Komunikasi Masyarakat Dalam Memanfaatkan Pertunjukan Wayang Purwa Di Era Globalisasi. Bogor : Istitut Pertanian Bogor, 2008.

R.M. Soedarsono. Seni Pertunjukan Indonesia dan Pariwisata. Bandung : Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, 1999.

Maria A. Sardjono. Paham Jawa, Menguak Falsafah Hidup Manusia Jawa Lewat Karya Fiksi Mutakhir Indonesia. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan, 1995.

Satori, Djam’an dan Aan Komariah. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta, 2009.

SD. Humardani. Dasar-dasar Estetika. Surakarta : Akademi Seni Karawitan Indonesia, 1980.

S. Haryanto. Pratiwimba Adiluhung Sejarah dan Perkembangan Wayang. Jakarta : Djambatan, 1988.

S. Haryanto. Seni Kriya Wayang Kulit, Seni Rupa Tatahan dan Sunggingan. Jakarta : PT.Temprint, 1991.

S. Haryanto. Bayang-bayang Adiluhung. Semarang : Dahara Prize, 1995.

Sukirno. Hubungan Wayang Kulit dan Kehidupan Sosial Masyarakat Jawa. Surakarta : Brikolase, 2009.

Sunarto. Seni Gatra Wayang Kulit Purwa. Semarang : Dahara Prize, 1997.

Sony Kartika, Dharsono. Seni Rupa Modern. Bandung : Rekayasa Sains, 2004.

Tinarbuko, Sumbo. Semiotika Komunikasi Visual. Yogyakarta : Jalasutra, 2009.

Yudoseputro, Wiyoso dan M. Sulebar Soekarman. Rupa Wayang dalam Seni Rupa Kontemporer. Jakarta : Senawangi dan IKJ, 1993.

Yudoseputro, Wiyoso. Jejak-Jejak Tradisi Bahasa Rupa Indonesia Lama. Jakarta : Yayasan Seni Visual Indonesia, 2008.

Yusuf Lubis, Akhyar. Teori dan Konsep Penting Filsafat dan Metodologi Ilmu Pengetahuan Sosial Budaya Kontemporer. Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, 2011.

Fitrianto. Dalang Edan dan Wayang Suket. Surat Kabar Kompas. Jakarta, 14 Maret 2010.

Mahayana. Estetika Wayang. Surat Kabar Suara Pembaharuan. Jakarta, Desember 2004.

Nurbiajanti. Kreatifitas Tiada Henti, Ki Enthus Susmono. Surat Kabar Kompas. Jakarta, 12 Februari 2008.

Sulistiono. Ini Eranya Perajin Trashion. Media Indonesia. Jakarta, 12 Juli 2010

Nizz Arrahman. 2009. Kajian Seni Rupa Wayang. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Sony Kartika, Dharsono. 2000. Seni Lukis Indonesia : Sebuah Catatan Perjalanan dan Konsepsi Alternatif. Bandung : Jurnal Seni Rupa dan Desain STISI Bandung Vol. 1.

Dunia Wayang. Ki Enthus Susmono. http://www.youtube.com, 2008.

Sutini B.A. Seni Wayang Ditinjau dari Sejarah Perkembangan Serta Peranannya dalam Menunjang Pendidikan Kepribadian Bangsa. http://www.senawangi.com, 2009.




DOI: http://dx.doi.org/10.30998/jurnaldesain.v2i02.576

Article metrics

Abstract views : 213 | Full Text views : 530

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Taufiq Akbar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


Editorial Office:
Institute for Research and Community services (LPPM)
Universitas Indraprasta PGRI

Address: Campus A Building 3, 2nd Floor | Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530, Jakarta, Indonesia.Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530
Phone: (021) 7818718 – 78835283 ext. 123 | Close in sunday and public holidays in Indonesia
Work Hour: 09.00 AM – 08.00 PM

Creative Commons License
Jurnal Desain is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

View Jurnal Desain Statistics