Mengembangkan Potensi Lokal Desa Sirnamulya Kabupaten Sumedang: Menuju Desa Wisata Berbasis Masyarakat
(1) Universitas Sebelas April
(2) Universitas Sebelas April
(3) Universitas Sebelas April
(*) Corresponding Author
Abstract
Program pengembangan pariwisata berbasis masyarakat menjadi salah satu solusi strategis dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan budaya bagi warga. Desa Sirnamulya Kabupaten Sumedang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan wisata berbasis komunitas. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan memetakan potensi lokal, memberikan edukasi mengenai konsep pariwisata partisipatif, serta menggali tingkat keterlibatan warga dalam proses pengembangannya. Program ini dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu perencanaan dan pelaksanaan yang mencakup pemetaan potensi lokal, lokakarya, serta penyebaran angket dan wawancara kepada masyarakat dan aparat desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa potensi utama Desa Sirnamulya meliputi area persawahan dan ladang palawija yang luas, keberagaman budaya lokal, serta kuliner khas yang unik. Semua responden menyatakan respon positif terhadap program ini dan 91,6%% di antaranya menyatakan kesediaan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengembangan wisata, seperti melalui pengembangan usaha kuliner, atraksi seni budaya, dan penyediaan homestay. Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mewujudkan pengembangan wisata desa yang berkelanjutan.
Keywords
Full Text:
PDF (Indonesian)References
Amalyah, R., Hamid, D., & Hakim, L. (2016). Peran Stakeholder Pariwisata dalam Pengembangan Pulau Samalona Sebagai Destinasi Wisata Bahari. Jurnal Administrasi Bisnis, 37(1), 158–163.
Duati, K.K. (2024). Pemberdayaan masyarakat melalui Community-based Tourism: Studi kasus Agro Eduwisata Seakong Wanadadi kapupaten Banjarnegara. [Skripsi, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri]. https://repository.uinsaizu.ac.id/23281/1/
Hadi, M. J., Lume, & Widyaningrum, M. (2022). Pemetaan potensi wisata, peluang dan tantangan pengembangan desa wisata Pengadangan Barat, Kabupaten Lombok Timur. Journal of Tourism and Economic, 5(1), 32–45. https://doi.org/10.36594/jtec/01a88690
Hartian, M. I., & Erowati, D. (2024). Pengembangan Community-based Tourism di Desa Wisata Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen tahun 2021. Journal of Politics and Government Studies, 13(4), 377-396. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jpgs/article/view/47375
Junaid, I. (2023). Tantangan dan Strategi Pengelolaan Desa Wisata: Perspektif Peserta Pelatihan Pariwisata. Journal of Mandalika Review: Halal Tourism, Hospitality, Travel, Destination Management, and Creative Economy, 2(2), 1-14. https://doi.org/10.55701/mandalika
Junaid, I. & Salim, M.A. (2019). Peran Organisasi Tata Kelola Dalam Pengelolaan Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta. Pusaka: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event, 1(1), 1-7.
Khairunnisa, N., Adnan, M., & Marlina, N. (2024). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Journal of Politics and Government Studies, 13(4), 326–342.
Mirajani, I., Immanuel Aritonang, J., Damayanty, S., Humaedi, S., Darwis, R. S., Nuriyah Hidayat, E., Tri Raharjo, S., & Budiarti Santoso, M. (2023). Pengembangan Desa Wisata Melalui Penerapan Community Development Dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Lokal. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(6), 226–240. https://doi.org/10.24198/focus.v6i2.52787
Priatmoko, S., Kabil, M., Purwoko, Y., & Dávid, L. D. (2021). Rethinking Sustainable Tourism: A Villager’s Point of View and Case Study in Pampang Village, Indonesia. Sustainability, 13(6), 3245. MDPI AG. Retrieved from http://dx.doi.org/10.3390/su13063245
Purnomo, D., & Djunaedi, A. (2019). Pengembangan Model Community-based Tourism pada masyarakat di Desa Bongkudai baru Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara; Metode Soft System Methodology (SSM). Jurnal Ilmiah Pariwisata, 24(1), 70-88. DOI: 10.30647/jip.v24i1.1243
Suhaimi, S. N., Putri, T. A., Harahap, A., Furqan, A. (2024). Analisis penerapan CBT di Desa wisata Mekarsari, Kabupaten Bandung. Jurnal Industri Parisiwata, 6(2), 160-173. DOI: 10.36441/pariwisata.v6i2.1555
Rizal, D. A., Rohma, Y. A., & Bahri, M. S. (2022). Potensi pengembangan desa wisata berbasis budaya dan sumber daya alam (Nagari Saniangbaka, Solok, Sumatra Barat). ICODEV: Indonesian Community Development Journal, 3(2), 75-84.
Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Penerbit Gava Media.
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia. (2021). Pedoman Desa Wisata. Tim Penulis. Available at https://jadesta.kemenparekraf.go.id/getdata/file/Buku-Membangun-Desa.pdf
Vani, R. V., Priscilia, S. O., & Adianto, A. (2020). Model Pentahelix Dalam Mengembangkan Potensi Wisata di Kota Pekanbaru. Publikauma: Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 8(1), 63–70. https://doi.org/10.31289/publika.v8i1.3361
Yulianto, Meilinda S. D., Fahmi, T., Hidayati, D. A., & Inayah, A. (2022). Implementation of CBT in Merak Belantung Village, Lampung Selatan Regency in realizing eco-tourism village. Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram, 9(1), 9-19, doi:10.29303/abdiinsani.v9i1.469.
DOI: http://dx.doi.org/10.30998/jurnalpkm.v8i3.28103
Refbacks
- There are currently no refbacks.




