Abstract
Abstrak : Ruang terbuka publik yang baik adalah ruang terbuka yang bisa menampung semua aktifitas yang dibutuhkan oleh orang orang, baik yang bersifat personal maupun kelompok. Ruang terbuka publik yang berhasil dapat diukur oleh beberapa kriteria keberhasilan.. Setiap aktivitas selalu dimulai dan selesai dengan berjalan kaki, tidak didukung oleh ketersediaan jalur pejalan kaki yang memadai. Kriteria tersebut diantaranya dapat mudah diakses, interaktif, bermanfaat, dan nyaman. Kriteria tersebut harus memenuhi kebutuhan manusia, termasuk orang-orang disabilitas. Bagi orang-orang disabilitas, desain universal menjadi salah satu konsep perancangan yang sesuai untuk memenuhi semua kebutuhan manusia. Desain universal mengacu pada spectrum ide yang cukup luas, bertujuan untuk menghasilkan bangunan, produk dan lingkungan yang secara umum dapat dimanfaatkan oleh semua orang tanpa batasan. Di area perkotaan, desain universal merupakan sesuatu hal yang relatif baru, oleh sebab itu penerapan desain universal di area perkotaan perlu dievaluasi, terutama pada ruang terbuka publik sebagai salah satu elemen perkotaan. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengevaluasi konsep ruang terbuka publik yang ada khusunya kawasan jalan Pahlawan Semarang. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk menemukan kekurangan dalam proses desain ruang terbuka publik. Ruang terbuka publik dipilih sebagai area penelitian karena memberikan dampak sosial dan ekonomi yang cukup signifikan bagi kawasan perkotaan. Pengembangan jalur pejalan kaki di kabupaten ini adalah hal utama untuk menciptakan kawasan pejalan kaki yang ramah, dapat mewujudkan sinergis dan sistem ruang padat satu sama lain, juga mendorong aktivitas yang ramah lingkungan. Jalan-jalan perlu dirancang untuk menciptakan keselamatan bagi semua pengguna jalan. Kata Kunci : konsep jalur pejalan kaki, Pedestrian Friendly
References
Ashihara, Yoshinobu, 1983, The Aesthetic Townscape, The M.I.T. Press,Cambridge
Budihardjo, Eko dan Djoko Sujarto. 1998. Kota Yang Berkelanjutan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
Denhardt. 2013. Pelayanan Publik Baru : dari Manajemen Steering ke Serving. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Mulyandari, Hestin. 2011. Pengantar Arsitektur Kota. Yogyakarta : Penerbit Andi.
Natalia Tanan dan Agus Bari Sailendra. Modul Pelatihan: Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki. Kementrian PU.
Peraturan Walikota Semarang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Semarang Tahun 2014.
Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011 2031.
Purnomohadi, Ning. 2006. Ruang Terbuka Hijau Sebagai Unsur Utama Tata Ruang Kota. Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang 2010-2030. Bappeda Kota Semarang