PENGARUH EFIKASI DIRI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA (Survei Pada SMP Negeri Di Jakarta Selatan)

Supriani Sarbini(1*)

(1) Universitas Indraprasta PGRI
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian bertujuan untuk mengetahui : 1) Pengaruh langsung efikasi diri terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP Negeri di Jakarta Selatan. 2) Pengaruh langsung kemandirian belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP Negeri di Jakarta Selatan. 3) Pengaruh langsung efikasi diri terhadap kemandirian belajar siswa SMP Negeri di Jakarta Selatan. 4) Pengaruh tidak langsung efikasi diri terdapat kemampuan pemecahan masalah matematika melalui kemandirian belajar siswa SMP Negeri di Jakarta Selatan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 siswa 10% dari populasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey korelasional dengan menggunakan tehnik Path Analysis (analisis jalur). Hasil penelitian menunjukkan : 1) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan efikasi diri terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMP Negeri di Jakarta Selatan. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai Sig = 0,000 < 0,05 dan thitung = 4,598. 2) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan kemandirian belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP Negeri di Jakarta Selatan. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai Sig = 0,000 < 0,05 dan thitung = 5,902. 3) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan efikasi diri terhadap kemandirian belajar siswa SMP Negeri di Jakarta Selatan. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai Sig = 0,000 < 0,05 dan thitung = 18,696. 4) Terdapat pengaruh tidak langsung yang signifikan efikasi diri terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika melalui kemandirian belajar siswa SMP Negeri di Jakarta Selatan. Hal ini dapat dibuktikan dengan dieroleh nilai thitung (6,472) > ttabel (1,984).


References


Agustina, P., & Marliani, N. (2015). Pengaruh Kecemasan Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. Dalam Leonard. Edu Research, 1, 381-407.

Akbar, M, I dan Nadun. (2015). Peran kemampuan berpikir positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Dalam Leonard (Editor). Edu Research, 1 (1): 361-380. ISBN: 978-602-1108-23-9.

Anggo, M. (2011). Pemecahan masalah matematika kontekstual untuk meningkatkan kemampuan metakognisi siswa. Edumatica, 1 (2): 35-42. ISSN: 2088-2157.

Arikunto, S. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Basuki, K, H. (2015). Pengaruh Kecerdasab Spiritual dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika. Jurnal Formatif, 5 (2), 120-133.

Cervone, D., & Lawrence, A.O. (2012). Kepribadian: Teori dan Penelitian. Penerjemah: Tusyani, A., dkk. Jakarta: Salemba Humanika.

Desmita. (2012). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Rosda Karya.

Dewi. (2012). Efikasi Diri, Penyesuaian Diri dan Kecemasan Berbicara di Depan Umumi. Surabaya: UNTAG.

Dewiyani. (2008). Mengajarkan pemecahan masalah dengan menggunakan langkah Polya. STIKOM Jurnal, 12 (2): 87-95.

Dimyati dan Mujiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, S, B. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Farida, N. (2015). Analisis kesalahan siswa SMP kelas VIII dalam menyelesaikan masalah soal cerita matematika. Jurnal Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Metro, 4 (2): 42-52. ISSN: 2442-5419.

Feist, J. & Gregory. (2010). Teori Kepribadian. Jakarta: Salemba.

Fitriani, A. (2013). Peningkatan kemandirian dan hasil belajar matematika melalui strategi metakognitif berbasis tutor sebaya bagi siswa SMP. Naskah Publikasi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hidayat, S. (2014). Perkembangan Peserta Didik. Tangerang: Pustaka Mandiri.

Iswari, M. (2007). Kecakapan Hidup Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta: Depdiknas.

Liberna, H dan Wiratomo, Y. (2014). Metode Pembelajaran Matematika. Jakarta: Mitra Abadi.

Lestari, K, E. (2015). Penerapan Model Pembelajaran M-APOS untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP. Jurnal Pendidikan UNSIKA, 3 (1): 45-52. ISSN: 2338-2996.

Martono, N. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Raya Grafindo Persada.

Masrurotullaily, dkk. (2013). Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika keuangan berdasarkan model Polya siswa SMK Negeri 6 Jember. Kadikma, 4 (2): 129-138.

Mawaddah, S dan Anisah, H. (2015). Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran generatif (generative learning) di SMP. EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika, 3 (2): 166-175.

Misel dan Suwaningsih, E. (2016). Penerapan pendekatan matematika realistic untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa. Metodi Didaktik, 10 (2): 27-36.

Mulyadi, S. (2016). Psikologi Pendidikani. Jakarta: PT. Rajagafindo Persada.

Mutadin, Z. (2002). Kemandirian sebagai Kebutuhan Psikologi pada Remaja. www.e-psikologi.com. 31 Oktober 2019.

Noor, A, J dan Norlaila. (2014). Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dalam pembelajaran matematika menggunakan model cooperative script. EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika, 2 (3): 250-259.

Nur, A, S, dan Rahman, A. (2013). Pemecahan masalah matematika sebagai sarana mengembangkan penalaran formal siswa sekolah menengah pertama. Jurnal Sainsmat, 11 (1): 84-92. ISSN: 2086-6755.

Nurmeilisa, A, dan Eva, L M. (2015). Pengaruh model pembelajaran inkuiri dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, 1-4. ISBN: 878-602-1108-46-8.

Omrod, J. E. (2008). Psilokogi Pendidikan, edisi keenam jilid 2. Alih bahasa: Amitya. Jakarta: Erlangga.

Permatasari, I dan Eva, L. M. (2015). Pengaruh model pembelajaran problem based learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Dalam Leonard (Editor). Edu Research, 1 (1): 145-168. ISBN: 978-602-1108-23-9.

Siswono, T. Y. E. (2008). Proses berpikir kreatif siswa dalam memecahkan dan mengajukan masalah matematika. Jurnal Ilmu Pendidikan, 15 (1): 60-68.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sriyono, H. dan Suparman I. A. (2012). Bimbingan dan Konseling Belajar Bagi Siswa di Sekolah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sumartini, T. S. (2016). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui pembelajaran berbasis masalah. Jurnal Pendidikan Matematika STKIP Garut, 8 (3): 11-21. ISSN: 2086-4280.

Sundayana, R. (2016). Kaitan antara gaya belajar, kemandirian belajar, dan kemampuan pemecahan masalah siswa SMP dalam pelajaran matematika. Jurnal Mosharafa, Volume 8, Nomor 1.

Supardi, (2013). Aplikasi Statistika dalam Penelitian (Konsep statistika yang lebih komprehensif). Jakarta: Change Publication.

. Hasil belajar matematika siswa ditinjau dari interaksi tes formatif uraian dan kecerdasan emosional. Jurnal Formatif, 3 (2): 78-90.

Surya, M. (2003). Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Yayasan Bhakti Winaya.

Susilawati, S dan Budi, S. (2015). Pengaruh kemampuan metakognitif peserta didik terhadap prestasi belajar matematika. Dalam Leonard (Editor). Edu Research, 1 (1): 79-106. ISBN: 978-602-1108-23-9.

Syah, M. (2004). Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Teguh, W. (2012). Peningkatan kemandirian belajar PKn melalui model problem solving menggunakan metode diskusi pada siswa kelas V SD Negeri Rejowinangun III Kotagede Yogyakarta. S1 Thesis Universitas Negeri Yogyakarta.

Widjajanti, D. B. (2009). Kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa calon guru matematika: apa dan bagaimana mengembangkannya. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika, 402-413. ISBN: 978-979-16353-3-2.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.