Perubahan Makna Interaksi Sosial pada Kedai Fore Coffee

Nia Suryani(1*), Fery Mulya Pratama(2)

(1) Universitas Indraprasta PGRI
(2) Universitas Indraprasta PGRi
(*) Corresponding Author

Abstract


Sejak dulu budaya minum kopi bukan hanya sekedar menyantap segelas kopi, tapi istilah ngopi bisa dimaknai dengan berdiskusi, bersantai sambil mendengarkan musik, bermain catur, atau bahkan sekedar menghabiskan waktu luang. Aktivitas ngopi tentu saja akan lebih ideal jika dilakukan di warung kopi, tempat di mana kita bisa berinteraksi dengan orang lain dan dimaknai sebagai pusat informasi. Semakin berkembangnya zaman, bentukan warung kopi berubah menjadi tempat yang lebih ramah untuk semua kalangan dan menarik perhatian pelanggan. Berbagai inovasi dilakukan untuk bisa bersaing dalam hiruk pikuk bisnis kopi ini. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi sebagai media promosi. Penggunaan aplikasi tentunya berdampak pada kualitas ruang sosial yang biasanya hadir pada warung kopi dan membentuk interaksi sosial lain yang tidak terprediksi sebelumnya.


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Burhan, Sathi'ul (2017) Makna Interaksi Sosial di Ruang Publik (Studi pada Pengguna Media Sosial di Warung Kopi Gapuro). , University of Muhammadiyah Malang

Dawes, Michael J.2017. Christopher Alexanders A Pattern Language : Analysing, mapping, classifying the critical response. City, Territory and ArchitectureAn interdisciplinary debate on project perspectives

Lynch, K. (1960). The Image of The City. MIT Press. Madnipour, A. (1996). Design of Urban Space, An Inquiri into a Socio-Spatial Process. New York: John Wiley & Sons.

https://www.kompasiana.com/ubedasy/54f374ed745513982b6c7730/perubahan-sosial-dari-warung-kopi-ke-cafe

https://pontianakopi.wordpress.com/2015/05/18/fenomena-sosial-di-warung-kopi-3/

https://majalah.ottencoffee.co.id/fore-coffee-next-generation-coffee-shop/




DOI: http://dx.doi.org/10.30998/lja.v2i2.5415

Refbacks

  • There are currently no refbacks.