Keefektifan Membaca Menggunakan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) pada Siswa yang Kesulitan Membaca

Maguna Eliastuti
Nur Irwansyah

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode membaca Struktural Analitik Sintetik (SAS) pada siswa Taman Bermain Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TB-TKIT) Adilla Citayam yang kesulitan membaca dan faktor yang mendukung efektifitas metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, metode yang digunakan  adalah metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang siswa dan seorang guru. Data penelitian ini bersumber dari wawancara guru dan orang tua serta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) yang dilaksanakan  di Taman Bermain Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TB-TKIT) Adilla Citayam belum efektif karena kurangnya waktu pengajaran metode SAS dan kurangnya dukungan dari orang tua.

Kata kunci: Metode SAS, Kesulitan Membaca


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Abdurrahman, M. (2012). Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta. Rineka Cipta.

Dewi, K (2014). Penggunaan Metode Stuktur Analitik Sintetik (SAS) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Menulis Permulaan Pada Siswa Kelas I SD Negeri 7 Bungkulan. e-Journal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha, 2(1), 1-10

Dwimayanti, N. K., Kristiantari, M. R., & Wiyasa, K. N. (2013). Penerapan Metode SAS untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Hasil Belajar Siswa Kelas II Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SD. Jurnal Mimbar Pendidikan 2(1), 1-11

Herlinda, F (2014) Meningkatkan Kemampuan Membaca Kata Melalui Media Audio Visual Bagi Anak Slow Learner. Jurnal Mimbar Pendidikan, 3 (15), 1-10

Momo. (1987). Penggunaan Metoda SAS dalam Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta : P3G Depdikbud.

Mumpuniarti, Rudiyati S., & Cahyaningrum, E. S. (2011). Kebutuhan Belajar Siswa Lamban Belajar (Slow Learner) di Kelas Awal Sekolah Dasar Daerah Istimewa Yogyakarta. Artikel Penelitian. Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Mulyati, Y. (2014). Bahasa Indonesia. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka

Mulyono, A. (1999). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar . Jakarta : Rineka Cipta

Mulyadi. (2009). Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Senden Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Tahun Pelajaran 2009 /2010. Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret

Nurjanah, N. (2011). Perbandingan Keefektifan Metode Abjad, Metode Global, dan Metode SAS dalam Proses Belajar Mengajar Membaca Permulaan Di Sekolah Dasar (Studi Kuasi Eksperimen Di Sekolah Dasar Negeri Banjaran). Jurnal Mimbar Pendidikan 2(1), 1-13

Sutrina., Sopandi, A.A., & Rahmahtrisilvia. (2013). Meningkatkan Kemampuan Membaca Kata Melalui Metode Suku Kata Bagi Anak Kesulitan Belajar Kelas I di SDN 03, Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus, 2, 362371.

Supriyadi. (1992). Materi Pokok Pendidikan Bahasa Indonesia 2, Buku II. Jakarta: Depdikbud.

Yusuf, M., Sunardi & Abdurrahman M. (2003). Pendidikan Bagi Anak Dengan Problema Belajar. Bandung : Wacana Prima

http://file.upi.edu/Direktori/JURNAL/JURNAL_MIMBAR_PENDIDIKAN/MIMBAR_NO_4_2006/Penggunaan_Metode_SAS_dalam_Pembelajaran_Membaca_dan_Menulis_Permulaan_di_Sekolah_Dasar.pdf

http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/download/5589/5766




DOI: http://dx.doi.org/10.30998/deiksis.v10i01.2265

Article metrics

Abstract views : 376 | Full Text views : 541

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Abstracting and Indexed by:


Editorial Office:
Research and Community Service
Universitas Indraprasta PGRI

Campus A : Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530 Telp. (021) 7818718 – 78835283 Fax. (021) 29121071

Web
Analytics Made Easy - StatCounter
Statistik Deiksis

Flag Counter

Creative Commons License
Deiksis is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.