Implementasi Metode Bermain Peran Profesional dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Individual Mahasiswa Progdi PBSI Universitas PGRI Semarang

Mukhlis Mukhlis
Siti Ulfiyani
Rawinda Fitrotul Mualafina

Abstract


Secara langsung ataupun tidak, keterampilan berbicara menjadi satu keterampilan yang penting untuk dikuasai, terutama bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memaksimalkan penguasaan keterampilan berbicara oleh mahasiswa. Salah satu upaya yang sudah dilakukan dengan mencoba menerapkan berbagai metode yang sesuai. Metode yang kemudian direkomendasikan karena terbukti efektif dan menghasilkan keluaran yang baik adalah metode bermain peran profesional. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian dipilih dengan teknik cluster random sampling sehingga terpilih kelas IA Program Studi PBSI. Data yang diperlukan diperoleh dengan teknik pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Penerapan metode bermain peran profesional dilaksanakan dalam tiga tahapan. Ketiga tahapan dimulai dari tahap prabicara, bicara, dan pascabicara. Dalam penerapannya digunakan instrumen pengamatan untuk melihat kemampuan berbicara, dengan dengan dua aspek penilaian, yaitu aspek kebahasan dan aspek nonkebahasaan. Dengan penerapan metode bermain peran profesional mahasiswa mencapai nilai rata-rata 77, 67. Artinya, metode bermain peran sesuai jika diterapkan untuk praktik berbicara individual. 
 
Kata kunci: keterampilan berbicara, berbicara individual, bermain peran, kebahasaan, nonkebahasaan


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Abidin, Y. (2013). Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung: Refika Aditama.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta : Rineka Cipta.

--------------------------. 2010. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, M. G., dan Mukti U.S. (1988). Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta: FPBS IKIP Jakarta.

Brown, H. D. (2008). Prinsip Pembelajaran dan Pengajaran Bahasa (edisi kelima). Jakarta: Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia.

Dharma, B. (2004). “Korupsi dan Budaya”. Harian Kompas, 25/10/2003.

Dunar, H. (2015). My Public Speaking. Jakarta: Gramedia.

Harmanto. (2008). “Mencari Model Pendidikan Antikorupsi Bagi Siswa SMP dan MTs”. Makalah disajikan dalam Simposium Nasional Pendidikan Tahun 2008.

Iskandarwassid dan Dadang S. (2008). Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Rosdakarya.

Mahardika, D. (2015). Cerdas Berbicara di Depan Publik: Beragam Tips Menumbuhkan Rasa Percaya Diri. Yogyakarta: Flassbooks.

Moleong, L.J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2011). Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rahman, F. (2009). “Kajian Evaluatif Implementasi Problem Based Learning dalam Pendidikan Antikorupsi di Beberapa Perguruan Tinggi Yogyakarta”. Yogyakarta: UNY.

Sardiman, A.M. (2014). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sudjana, N. (2009). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R and D. Bandung: Alfabeta.

Tim Penyusun. (2011). Pendidikan Antikorupsi untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.




DOI: http://dx.doi.org/10.30998/deiksis.v9i01.1122

Article metrics

Abstract views : 105 | Full Text views : 191

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Abstracting and Indexed by:


Editorial Office:
Research and Community Service
Universitas Indraprasta PGRI

Campus A : Jl. Nangka No. 58 C (TB. Simatupang), Kel. Tanjung Barat, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530 Telp. (021) 7818718 – 78835283 Fax. (021) 29121071

Web
Analytics Made Easy - StatCounter
Statistik Deiksis

Flag Counter

Creative Commons License
Deiksis is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.