Delineasi Zona Prospek Sistem Panasbumi Daerah ‘P’ Menggunakan Pemodelan Multi Dimensi Data Magnetotelurik Terintegrasi Data Geologi dan Geokimia

Puji Suharmanto

Abstract


Telah diakukan penelitian guna mendelineasi zona prospek sistem panasbumi Daerah ‘P’ menggunakan pemodelan multi dimensi data magnetotelurik terintegrasi data geologi dan geokimia. Daerah panasbumi ‘P’ secara fisiografi termasuk pada Busur Banda Dalam tak bergunungapi disusun oleh komplek batuan malihan sekis berumur Perm-Trias. Gejala adanya sistem panasbumi pada daerah penelitian ditandai dengan kemunculan manifestasi permukaan berupa enam mata air panas bersuhu (37-67oC), pH (6-7) dan bertipe klorida-bikarbonat. Pembentukan sistem panasbumi diduga berkaitan dengan aktivitas tektonik kuat akibat tumbukan lempeng Pulau Seram dengan Lempeng Benua Australia (Plate Collision) yang memicu pembentukan batuan intrusi di kedalaman sebagai sumber panas. Guna mengetahui informasi subsurface daerah penelitian, dilakukan survei magnetotelurik. Selanjutnya hasil dari data MT akan diintegrasikan data geologi dan geokimia. Pengolahan data MT dimulai dari time-series data hingga mendapatkan kurva resistivitas-frekuensi dan fase, lalu dilakukan filtering noise, rotasi arah strike dan koreksi static shift untuk mendapatkan kualitas kurva MT baik. Selanjutnya dilakukan pemodelan inversi 1D, 2D dan 3D. Temperatur reservoir diduga sekitar 160-180oC termasuk temperatur sedang. Hasil penelitian ini memperlihatkan lapisan konduktif (<15 ?m) dengan ketebalan ± 500-1000 m diindikasikan sebagai Clay Cap dari sistem panasbumi. Zona resistivitas tinggi (>300 ?m) dan berbentuk updome, berada di bawah area kemunculan manifestasi (MAP1, MAP2, MAP3, MAP4, dan MAP5) mengindikasikan heat source berada di utara kemudian menerus ke arah tenggara membentuk updome. Model konseptual terpadu sistem panasbumi dibentuk dari integrasi data geologi, geokimia, dan geofisika. Sistem panasbumi daerah penelitian merupakan hidrotermal heat sweep plate collision dengan temperatur sedang, luas area prospek dan rekomendasi titik pemboran diperkirakan ± 3 km2 di sekitar zona Upflow

References


Amriyah, Qonita. (2012). Pemodelan Data Magnetotelurik Multi Dimensi untuk Mendeliniasi Sistem Geothermal Daerah Tawau, Malaysia. Skripsi. Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia.

Andriano, Gidson, S. (2014). Inversi 3-Dimensi Data Magnetotelurik dengan Memperhitungkan “Initial Model” untuk Mendelineasi Sistem Panasbumi. Skripsi. Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia.

Cumming, W. dan Mackie, R. (2010). Resistivity Imaging of Geothermal Resources Using 1D, 2D and 3D MT Inversion and TDEM Static Shift Correction Illustrated by a Glass Mountain Case History. Proceeding World Geothermal Congress 2010.

Daud, Yunus. (2012a), Diktat Kuliah: Metode Magnetotelurik (MT). Laboratorium Geofisika, FMIPA Universitas Indonesia.

Daud, Yunus. (2012b), Diktat Kuliah: Geothermal, Potensi, dan Eksplorasi Panasbumi Indonesia untuk Mengurangi Risiko Bisnis Panasbumi. Laboratorium Geofisika, FMIPA Universitas Indonesia.

Daud, Yunus. (2012c), Diktat Kuliah: Geothermal System and Its Geophysical Signatures. Laboratorium Geofisika, FMIPA Universitas Indonesia.

Daud, Yunus. (2012d), Diktat Kuliah: STATICSHIFTER-X : Static Shift Correction Software For MT Data. Laboratorium Geofisika, FMIPA Universitas Indonesia

Essence, E. dan Peacor, D. (1995). Clay Mineral Thermometry A Critical Perspective. Clays and Clay Minerals. No. 43, page 540-553.

Fahmi, F. (2013). Pemodelan Sistem Geothermal Arjuno-Welirang Dengan Menggunakan Data Magnetotelurik. Skripsi. Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia.

Falcone, G. and Teodoriu, C., (2008). Oil and Gas Expertise for Geothermal Exploitation : the Need for Technology Transfer. SPE Europec/EAGE Annual Conference and Exhibition, Rome, Italy, 9-12 June (2008)

Goff, F. and Janik, C. J. (2000). Encyclopedia of Volcanoes: Geothermal System. Academic Press. 817-834 pp.

Grandis, Hendra. (2010). Metode Magnetotelurik (MT). http://hendragrandis.files.wordpress.com/2010/01/mt_teks1.pdf, Selasa 12 Mei 2015, pukul 22.46 WIB.

Gupta, H. dan Roy, S. (2007). Geothermal Energy : An Alternative Resource For The 21st Century. Oxford: Elsevier B.V.

Hochstein, M., and Brown, P. (2000). Surface Manifestations of Geothermal Systems With Volcanic Heat sources. Encyclopedia of Volcanoes, 835-855. Academic Press

Idul, Rino, P. (2013). Identifikasi Struktur Bawah Permukaan Daerah Panasbumi Banda Baru dengan Menggunakan Metode Gaya Berat. Skripsi. Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia.

Isa, Donny, M. S. P. (2014). Delineasi Sistem Panasbumi Daerah”D” dengan Menggunakan Inversi 3-D Data Magnetotelurik yang Diintegrasikan dengan Data Gravitasi. Skripsi. Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia.

Naidu, G. (2012). Deep Crustal Structure of the Son–Narmada–Tapti Lineament. Central India.

Nicholson, K. (1993) Geothermal fluids : Chemistry and Exploration Techniques, Germany: Springer-Verlag, hal. 1-85

Noor, Wahyu, I. (2015). Inversi 3-D Data Magnetotelurik Menggunakan Data Inversi 1-D Magnetotelurik sebagai Model Awal. Skripsi. Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia.

Powell, T., dan Cumming, W. (2010) Spreadsheet for Geothermal Water and Gas Geochemistry, Proceeding Thirty-Fifth Workshop on Geothermal Reservoir Engineering Stanford University, California, hal. 1-10.

Pusat Sumber Daya Geologi, (2011), Survei Geofisika Terpadu Gayaberat, Geomagnet, dan Geolistrik daerah Panas Bumi Banda Baru, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku

Rulia, Cut. (2012). Pemodelan Data Magnetotelurik 2-Dimensi Pada Lapangan Panasbumi Marana, Sulawesi Tengah. Skripsi. Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia.

Simpson, F. and Bahr, K. (2005). Practical Magnetotellurics. Cambridge: Cambridge University Press.

Siripunvaraporn, W., Egbert, G. L., Yongmiwon, dan Uyeshima, M. (2003). Three-Dimensional Magnetotelluric Inversion: Data Space Method. Physics of The Earth and Planetary Interiors 150 (2005) 3-14.

Siripunvaraporn, Weerachai. (2012). Three-Dimensional Magnetotelluric Inversion: An Introductory Guide for Developers and Users. Surv Geophys (2012) 33:5-27.

Supriyanto. (2007). Analisis Data Geofisika : Memahami Teori Inversi. Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia.

Tari, Prameswarie, N. (2013). Karakteristik Geokimia Mata Air Termal pada Sistem Panas Bumi Non Vulkanik Di Sulawesi dan Implikasinya pada Konsep Eksplorasi. Skripsi. Departemen Teknik Geologi, FITK, Institut Teknologi Bandung.

Tim Survei Terpadu. (2014). Pusat Sumber Daya Geologi: Penyelidikan Terpadu Magnetotelurik Daerah Panasbumi ”P”. Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku

Tjokrosapoetro, S. (1993). Geologi Lembar Masohi, Maluku, skala 1 : 250.000.

Unsworth, M. (2008). Lecture Notes. Geophysics 424, University of Alberta

Wei, X., 2004, Application of Geochemical Methods In Low-Temperature Geothermal Area : Strandir Area, NW-Iceland and The Liangxiang Field, Beijing-China, Report 2004 Geothermal Training Programme United Nations University, Iceland, hal. 377-402

http://panasbumi.marin.org/GEOperation/sld012.htm

https://jsbudiman.wordpress.com/tag/pulau-seram-geologi-regional-ambon-nua/ diakses pada tanggal 30 April 2015 pukul 23:53 WIB




DOI: http://dx.doi.org/10.30998/faktorexacta.v11i3.2714

Article Metrics

Abstract view : 5 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

aterindeks

DOAJ faktor exacta isjd sinta isjd pkp index

isjd Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Flag Counter

site
stats View Faktor Exacta Stats